Investigasi Menyeluruh Di PBNU: Rais Aam Bentuk Tim Pencari Fakta

, 30 November 2025

    Bagikan:
Penulis: Attar Yafiq
TPF dibentuk sebagai instrumen kunci menjaga kejelasan arah organisasi dan memastikan setiap keputusan berpijak pada kebenaran yang dapat dipertanggungjawabkan. (CNN Indonesia/Farid Rahman)

Surabaya - Di tengah dinamika cepat yang melanda tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Rais Aam KH Miftachul Akhyar mengumumkan langkah strategis dengan membentuk Tim Pencari Fakta (TPF). Tim ini bertugas memastikan akurasi seluruh informasi yang beredar, baik di internal organisasi maupun ruang publik tentang PBNU pasca pemberhentian KH Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum PBNU sejak 26 November 2025. Pengumuman pembentukan TPF disampaikan Rais Aam saat bertemu Syuriah PBNU dan PWNU Jawa Timur di kantor PWNU Jatim.

Rais Aam menegaskan bahwa TPF ini bukan sekadar respons administratif, tetapi mekanisme penjernih atas berbagai klaim, asumsi, dan polemik yang muncul setelah keputusan Syuriah PBNU yang menetapkan pergeseran kepemimpinan. PBNU tidak boleh terjebak pada kabar yang tidak terverifikasi yang dapat memperkeruh suasana internal organisasi.

TPF diberi mandat penuh menelusuri seluruh informasi yang berkaitan dengan dinamika internal PBNU, termasuk proses Rapat Harian Syuriah yang menetapkan pemberhentian Ketua Umum. Cakupan investigasi diharapkan dapat memberikan gambaran utuh tentang kondisi sebenarnya yang melatarbelakangi berbagai keputusan organisasi.

Dua Wakil Rais Aam, KH Anwar Iskandar dan KH Afifuddin Muhajir, ditunjuk sebagai pengarah TPF. Keduanya selama ini dikenal sebagai figur yang dijadikan rujukan otoritatif dalam menjaga kemurnian Khittah NU dan diharapkan dapat memastikan investigasi berjalan sesuai nilai-nilai luhur organisasi.

Sebagai langkah pendukung, implementasi Digdaya Persuratan Tingkat PBNU ditangguhkan sementara hingga proses investigasi selesai. Penangguhan ini dilakukan agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan, misinformasi, atau penyalahgunaan dokumen organisasi selama TPF bekerja.

Rais Aam mengajak seluruh warga NU untuk tetap tenang dan menahan diri dari spekulasi. Dia mengingatkan bahwa NU memiliki tradisi panjang dalam menyelesaikan persoalan dengan adab, musyawarah, dan tawadhu' sebagaimana nilai-nilai Khittah Nahdlatul Ulama.

Sebagai bagian dari ikhtiar batiniah, Rais Aam juga mengajak seluruh jamaah NU untuk memperbanyak doa dan bermunajat kepada Allah SWT. Diharapkan agar diberikan jalan keluar terbaik dan paling maslahat bagi Jam'iyah Nahdlatul Ulama.

Dengan terbentuknya TPF, PBNU menegaskan komitmennya menjaga transparansi dan memastikan setiap keputusan berpijak pada kebenaran yang dapat dipertanggungjawabkan. Langkah ini sekaligus menjadi pernyataan bahwa jam'iyah terbesar di Indonesia ini ingin memastikan setiap proses berjalan sesuai aturan dan nilai-nilai Khittah.

(Attar Yafiq)

Baca Juga: Perlindungan Kreator Lokal Dalam Rancangan Pembaruan UU Hak Cipta
Tag

    Bagikan:

Berikan komentar
Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.