Jakarta - Dalam upaya melindungi kekayaan intelektual anak bangsa, Edhie Baskoro Yudhoyono menyoroti kerentanan yang dihadapi oleh kreator lokal dalam ekosistem digital global. Anggota DPR RI ini menegaskan bahwa pembaruan UU Hak Cipta harus memprioritaskan kepentingan kreator Indonesia, mulai dari perajin tradisional hingga developer game indie.
Ibas mengungkapkan keprihatinannya atas maraknya karya-karya kreatif Indonesia yang diakui secara tidak sah oleh pihak asing. Mulai dari motif batik, desain tenun, hingga karakter wayang seringkali digunakan tanpa izin dan tanpa memberikan manfaat ekonomi yang layak kepada pemegang hak yang sah. Hal ini, menurutnya, merupakan bentuk penjajahan intelektual yang harus dihentikan.
Untuk mengatasi hal tersebut, ia mengusulkan dibentuknya sistem pendaftaran dan verifikasi yang lebih mudah diakses dan terjangkau bagi kreator lokal. Prosedur yang rumit dan biaya yang tinggi seringkali menjadi hambatan utama bagi kreator kecil untuk melindungi karya mereka secara formal.
Selain perlindungan defensif, Ibas juga mendorong adanya insentif positif bagi pengembangan dan komersialisasi karya-karya lokal. Ia mengusulkan skema pembiayaan khusus, bantuan hukum, dan program pendampingan bagi kreator lokal untuk mengoptimalkan potensi ekonomi dari karya mereka.
Aspek preservasi budaya juga tidak luput dari perhatiannya. UU Hak Cipta yang baru harus mampu melindungi ekspresi budaya tradisional yang selama ini sering dieksploitasi tanpa memberikan manfaat yang signifikan bagi komunitas asalnya. Ia menekankan pentingnya melibatkan komunitas adat dalam perumusan kebijakan di area ini.
Ibas juga melihat potensi besar dalam memanfaatkan teknologi blockchain untuk menciptakan sistem pencatatan dan pembagian royalti yang lebih transparan dan efisien. Teknologi ini dapat menjadi solusi bagi banyak persoalan klasik dalam distribusi manfaat ekonomi dari karya kreatif.
Dengan fokus yang kuat pada perlindungan kreator lokal, Ibas yakin bahwa Indonesia tidak hanya akan mampu mempertahankan kekayaan budayanya, tetapi juga menciptakan lapangan kerja yang berkelanjutan dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional melalui industri kreatif.