Lhokseumawe, Aceh – Dalam upaya mendukung kelancaran operasi penyelamatan dan distribusi logistik, PT Pertamina (Persero) mengerahkan sumber dayanya untuk menyediakan layanan BBM darurat. Kehadiran SPBU darurat di titik-titik strategis dekat lokasi bencana sangat membantu mobilitas tim gabungan yang melakukan evakuasi dan pencarian korban.
Unit PRS yang dikerahkan dilengkapi dengan perlengkapan keselamatan standar dan dioperasikan oleh tenaga teknis Pertamina yang berpengalaman. Mereka bekerja secara shifting untuk memastikan layanan dapat berjalan selama dua puluh empat jam. Kendaraan seperti truk logistik, ambulan, kendaraan TNI/Polri, dan mobil relawan menjadi prioritas untuk dilayani.
Selain unit PRS, puluhan mobil tangki juga disiagakan untuk melakukan pendistribusian BBM secara langsung ke base camp operasi yang letaknya terpencil. Pendekatan ini memecahkan masalah terbatasnya akses transportasi darat yang rusak parah. Mobil tangki didampingi oleh pihak berwenang untuk memastikan keamanan selama perjalanan.
Pertamina juga membuka posko informasi dan koordinasi di sekitar lokasi bencana. Posko ini menjadi penghubung antara Pertamina dengan komando penanganan darurat untuk menyelaraskan kebutuhan di lapangan. Setiap permintaan bantuan BBM untuk operasi kemanusiaan akan diproses dengan cepat melalui posko ini.
Tidak hanya BBM, Pertamina juga menyediakan genset untuk menyuplai listrik darurat di posko-posko kesehatan dan dapur umum. Pasokan listrik ini sangat vital untuk menerangi lokasi pada malam hari dan mengoperasikan peralatan medis sederhana. Dukungan multidimensi ini menunjukkan peran strategis BUMN energi dalam situasi krisis.
Kedepan, Pertamina akan mengevaluasi efektivitas layanan darurat ini untuk penyempurnaan di masa mendatang. Inisiatif ini merupakan wujud nyata kontribusi Pertamina dalam menjalankan perannya sebagai agen pembangunan dan penopang ketahanan energi nasional di saat negara menghadapi musibah.