Era Prabowo, Kemenag Apresiasi FKUB Dan Pemda Melalui Harmony Award 2025

, 30 November 2025

    Bagikan:
Penulis: Bakhtiar Hadi
Harmony Award 2025 jadi penanda komitmen Kemenag dukung kerukunan umat beragama di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Jakarta - Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Agama menyelenggarakan Harmony Award 2025 sebagai bentuk apresiasi terhadap Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan pemerintah daerah yang berprestasi dalam menjaga kerukunan. Penghargaan ini menegaskan komitmen pemerintah melanjutkan dan memperkuat program kerukunan umat beragama yang telah menjadi fondasi NKRI. Harmony Award kali ini mengusung tema "Memperkuat Sinergi dalam Kerukunan untuk Indonesia Maju".

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyatakan bahwa kerukunan umat beragama merupakan prasyarat penting untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Dia menekankan bahwa tanpa kerukunan, pembangunan dalam berbagai bidang tidak akan bisa berjalan optimal. Untuk itu, semua pihak harus aktif menjaga harmony yang telah dibangun.

Harmony Award 2025 diikuti oleh 340 FKUB provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia. Proses seleksi dilakukan secara ketat melalui beberapa tahapan penilaian. Selain penilaian administrasi, tim juri juga melakukan kunjungan lapangan untuk memverifikasi laporan yang diterima.

FKUB dari daerah minoritas agama tertentu menunjukkan kinerja luar biasa. Daerah-daerah dengan komposisi penduduk mayoritas satu agama tetapi mampu menjaga hak beragama kelompok minoritas mendapat apresiasi khusus. Ini membuktikan bahwa kerukunan bisa terwujud dalam berbagai kondisi demografis.

Inovasi program menjadi faktor penentu dalam penilaian Harmony Award. FKUB Kabupaten Toraja Utara menciptakan terobosan dengan program "Sauwan Kada" yang mengintegrasikan kearifan lokal dalam membangun kerukunan. Program ini berhasil menjadi perekat sosial yang efektif.

Pemerintah Kota Ambon mendapat standing applause atas transformasinya dari daerah konflik menjadi model kerukunan. Selama lima tahun terakhir, Ambon konsisten menjaga perdamaian melalui berbagai program inovatif. Prestasi ini menjadi inspirasi bagi daerah lain.

Kemenag akan mendokumentasikan praktik terbaik dari para pemenang Harmony Award. Best practices ini akan disebarluaskan sebagai bahan pembelajaran bagi daerah lain. Upaya ini diharapkan dapat memacu semangat berkompetisi dalam membangun kerukunan.

Harmony Award 2025 ditutup dengan deklarasi komitmen bersama untuk memperkuat kerukunan umat beragama. Semua peserta bersepakat untuk bekerja lebih keras lagi dalam memelihara perdamaian yang menjadi modal dasar pembangunan nasional.

(Bakhtiar Hadi)

Baca Juga: Bedah Buku Soft Skills Untuk Gen Z: Jawaban Atas Tantangan Dunia Kerja Masa Depan
Tag

    Bagikan:

Berikan komentar
Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.