Aksi Tanam Mangrove BPOM-Kadin Jakarta: Kontribusi Nyata Untuk Mitigasi Perubahan Iklim

Sabtu, 29 November 2025

    Bagikan:
Penulis: Alvin Pratama
Penanaman mangrove oleh BPOM dan Kadin Jakarta tidak hanya sekadar kegiatan simbolis, tetapi merupakan kontribusi nyata dalam upaya mitigasi perubahan iklim mengingat mangrove memiliki kemampuan menyerap karbon 4-5 kali lebih tinggi dibandingkan hutan tropis daratan.

Jakarta - Dalam upaya mendukung target pemerintah dalam pengendalian perubahan iklim, Badan POM RI bersama Kadin Jakarta melakukan aksi penanaman mangrove di kawasan pesisir Jakarta. Pemilihan mangrove sebagai fokus kegiatan didasari pada kemampuan ekosistem ini sebagai penyerap karbon yang sangat efektif.

Kepala BPOM Penny K. Lukito menjelaskan bahwa keterlibatan BPOM dalam aksi lingkungan seperti ini sejalan dengan mandat organisasi untuk melindungi kesehatan masyarakat. Perubahan iklim memiliki dampak langsung terhadap kesehatan melalui berbagai jalur, termasuk perubahan pola penyakit dan kualitas lingkungan.

Mangrove yang ditanam dalam kegiatan ini terdiri dari berbagai spesies asli Indonesia, seperti Rhizophora mucronata dan Avicennia marina. Pemilihan spesies lokal penting untuk memastikan adaptasi yang baik dengan kondisi lingkungan setempat dan mendukung keanekaragaman hayati.

Selain fungsi penyerapan karbon, ekosistem mangrove juga berperan penting dalam melindungi garis pantai dari abrasi, terutama di wilayah Jakarta yang rentan terhadap kenaikan muka air laut. Keberadaan mangrove yang sehat dapat mengurangi energi gelombang dan mencegah erosi pantai.

Kegiatan ini juga mencakup komponen edukasi tentang pentingnya ekosistem mangrove dalam siklus karbon global. Peserta mendapatkan pemahaman tentang bagaimana mangrove menyimpan karbon dalam biomassanya dan sedimentasi di bawah permukaan air.

BPOM dan Kadin Jakarta berkomitmen untuk memonitor perkembangan mangrove yang ditanam dan mengukur dampak lingkungan yang dihasilkan. Pemantauan secara berkala akan dilakukan untuk mengevaluasi tingkat pertumbuhan dan tingkat penyerapan karbon yang berhasil dicapai.

Aksi ini diharapkan dapat menginspirasi instansi pemerintah dan perusahaan lain untuk turut serta dalam upaya mitigasi perubahan iklim melalui pendekatan berbasis alam. Restorasi ekosistem pesisir seperti mangrove dinilai sebagai solusi yang cost-effective dan berkelanjutan.

Dengan kontribusi nyata ini, BPOM dan Kadin Jakarta menunjukkan bahwa setiap institusi dapat berperan aktif dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Aksi kolektif semacam ini sangat dibutuhkan untuk mencapai target penurunan emisi gas rumah kaca Indonesia.

(Alvin Pratama)

Baca Juga: Gerakan Nasional Vaksin Serviks: Upaya KORPRI-BPOM Tekan Angka Kanker Serviks
Tag

    Bagikan:

Berikan komentar
Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.